Minggu, 03 April 2011

Bila Bunda Boleh Memilih

Anakku...

Bila bunda boleh memilih
Apakah bunda berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu

Maka...
bunda akan memilih mengandungmu?
karena dalam mengandungmu

bunda merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak,

Engkau hidup di perut bunda
Engkau ikut kemanapun bunda pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung bunda berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim bunda ketika engkau merasa
tidak nyaman, karena bunda kecewa dan berurai air mata

Anakku...
bila bunda boleh memilih apakah bunda harus operasi
caesar, atau bunda harus berjuang melahirkanmu
Maka bunda memilih berjuang melahirkanmu
karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit
kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah
satu pintu surga
karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari
jalan keluar ke dunia sangat bunda rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti
kita berdua
Malaikat tersenyum di antara peluh dan erangan rasa
sakit,
yang tak pernah bisa bunda ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau lahir, tangismu memecah dunia

Saat itulah...
Saat paling membahagiakan
Segala rasa sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan
Hati tentang junjungan kita
Rasullulah di telinga mungilmu

Anakku...
bila bunda boleh memilih apakah bunda berdada indah,
atau bunda harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka bunda memilih menyusuimu,
karena dengan menyusuimu bunda telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan-tegukan yang
sangat berharga
merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada bunda
dalam kantuk  bunda,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain
tidak bisa rasakan

Anakku...
Bila bunda boleh memilih duduk berlama-lama di ruang
rapat,
atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka bunda memilih bermain puzzle danganmu

Tetapi anakku...
Hidup adalah pilihan...
Jika dengan pilihan bunda, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak,
Maafkan bunda...
Maafkan bunda...
Percayalah nak, bunda sedang menyempurnakan puzzle
kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle
kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka bunda
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa bunda...
Sweat.....:-(....:-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar